Keprionline.co.id, Tanjungpinang – Suksesnya kendalikan inflasi membuat Kota Tanjungpinang sebagai kota dengan inflasi terendah ke-4 secara nasional. Hal ini dapat dilihat dari Tingkat inflasi di Kota Tanjungpinang secara year on year (YoY) bulan Oktober 2023 berada pada level 1,95 persen.
Penjabat Wali Kota Tanjungpinang Hasan mengungkapkan keberhasilan ini didapat atas Program Gerakan Pangan Murah (GPM) dan dukungan serta kerjasama seluruh pihak dan stakeholder terkait yang konsisten mendukung program pengendalian inflasi, sesuai dengan arah kebijakan strategis nasional.
“Kita sudah menggelar bazar murah untuk kebutuhan pokok dan produk pertanian kelompok-kelompok tani yang memberi peran pada keberhasilan pengendalian inflasi di Kota Tanjungpinang”, ujar Hasan.
Selain itu, untuk lebih mempertajam program pengendalian inflasi di Tanjungpinang, Hasan akan segera meluncurkan program subsidi ongkos transportasi sejumlah bahan kebutuhan pokok ke masyarakat konsumen.
“Minggu ini, kita akan melaksanakan program subsidi ongkos transportasi beberapa bahan kebutuhan pokok. Program ini untuk mempertajam pengendalian inflasi di Tanjungpinang. Mengenai jenis komoditi yang akan menerima subsidi ongkos transportasi, akan kita lihat dan sesuaikan dengan perkembangan harga di pasar,” jelas Hasan, Kamis (16/11/2023).
Melalui Dinas Perdagangan dan Perindustria, Hasan meminta untuk lebih ditingkatkan pengawasan terhadap perkembangan harga pasar.
“Perkembangan harga pasar sejumlah bahan kebutuhan pokok, harus terus di-update, hingga kita bisa segera melaksanakan intervensi. Jika diperlukan, OPD terkait meningkatkan volume pengawasan tidak hanya dua kali dalam seminggu. Pantauan ketersediaan pasokan dan distribusi bahan pokok, juga terus ditingkatkan,” tambah Hasan.
Kebutuhan pokok yang memberi pengaruh terhadap inflasi di Tanjungpinang yakni beras, transportasi laut, emas, gula pasir, telur, minyak goreng, dan cabai. Namun mellaui rapat koordinasi bersama sejumlah distributor dan Bulog Subsider Tanjungpinang, persediaan bahan kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, dan telur ayam dinyatakan mencukupi tingkat kebutuhan masyarakat Tanjungpinang.
“Oleh karena itu saya minta masyarakat tidak melakukan panic buying. Tidak semua merek atau jenis beras mengalami kenaikan. Untuk mempertajam intervensi pemerintah dalam pengendalian harga kebutuhan pokok, kita akan segera mengeluarkan subsidi ongkos transportasi,” ungkap Hasan. (Red)






