www.keprionline.co.id , Tanjungpinang – Dunia pendidikan Provinsi Kepri kembali heboh dengan aksi penyerangan yang dilakukan oleh sekolompok Premanisme ke kampus Stisipol Tanjungpinang . Hal ini bertanda bahwa demokratisasi di Kampus sudah mati suri .
Dimana organisasi dan kebebasan menyatakan pendapat untuk kebenaran sudah dikangkangi oleh insitusi pendidikan yang Neolib, komersil, dan berpihak ke aktor kapitalisme dan ini dibuktikan dengan adanya kasus kekerasan (Premanisme) yang menyerang kampus Stisipol , Minggu ( 14 / 2 ) dini hari atau sekitar pukul 02.00 Wib dan penyerangan kampus Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Politik (Stisipol) menjadi pusat perhatian masyarakat Tanjungpinang .
Jusri Ketua LSM Gebuki mengatakan , kita sangat prihatin dengan penyerangan kampus Stisipol oleh sekolompok preman pada dini hari , Saya yakin pasti ada motif dibalik penyerangan ini dan untuk mengungkapnya kami minta supaya polisi segera menemukan preman – preman lyang menyerbu kampus itu . Dugaan kami sementara pelaku penyerangan berinisial HS salah satu pemilik tanah tang bersepadan dengan kampus Stisipol , kata Jusri . ( xx / KO )




