KEPRIONLINE,CO,ID,BATAM – Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota seharusnya Fokus dengan Vaksinasi dan 3T, inilah tugas utama pemerintah daerah yang paling efektif dan terukur.
“Jangan panik dengan mengambil tindakan-tindakan pencitraan yang dinilai kurang efektif, dan sangat memukul ekonomi masyarakat di Kepri, dengan penutupan dan pembatasan tempat usaha. Artinya jangan membredel usaha masyarakat yang kini sudah terpuruk akibat pandemi yang berkepanjangan. Ungkap Anggota DPRD Kepri, Wirya Sar Silalahi.
Masyarakat sudah sangat terkena dampak efek pandemi ini. Sedih melihat masyarakat curhat jam 19.00 wib buka usaha jam 21.00 wib sudah ditutup. Berilah solusi yang terbaik dalam penanganan covid 19 ini. Katanya
Wirya menilai Karena bagaimanapun masyarakat sudah terdampak akibat efek pandemi selama setahun ini. Dan tidak semua mereka menerima bantuan dari pemerintah.
Sambungnya, Sebelum rem darurat ditarik full, sudahkah pemerintah daerah melakukan dengan efektif apa yang menjadi tugas dan kewajiban pemerintah Vaksinasi dan 3T yaitu :
1. Vakinasi
Sesuai target dari Presiden Jokowi, target nasional adalah 1 juta per hari. Hitunganya penduduk Indonesia saat ini
259 juta jiwa, untuk Provinsi Kepri 2,03 juta dan Batam 1,2 juta jiwa. Artinya, target di Kepri proporsinya sekitar
2,03/259 x 1 juta = 7.853 atau dibulatkan 8.000 vaksin per hari.
Sedangkan untuk Kota Batam seharusnya hitungannya
1,2 /259 x 1 juta = 4.633 atau dibulatkan 5.000 vaksin per hari apakah ini sudah tercapai?, jelas Wirya
Menurut data dari Dinas Kesehatan Provinsi, ternyata capaian vaksin di Kepri sudah mencapai 21.613 vaksin per hari dan Kota Batam capaiannya sudah 12.747. Atau hampir 2,5x lipat, kecepatan vaksin target nasional.
Kalau data ini benar, kita patut memberikan jempol kepada Satgas Penanggulangan Covid 19, juga Dinas Kesehatan Provinsi dan seluruh Kabupaten dan Kota se Provinsi Kepri. Terangnya
Jika dari segi kecepatan sudah memadai, tetapi dari segi pelaksanaan mungkin masih perlu diperbaiki. Pelaksanaan vaksin seharusnya jangan menimbulkan kerumunan. Untuk itu perlu beberapa titik vaksinasi. Contoh di Batam, sesuai target 5.000 vaksin per hari, kalau per titik 200 vaksin per hari diperlukan sekitar 25 titik, mungkin bisa dilaksanakan di Puskesmas, Klinik atau rumah sakit Pemerintah.
“Diskes Kota Batam punya 20 Puskemas, Kodim punya klinik, Polda punya rumah sakit. Instansi pemerintah dan swasta yg punya tenaga kesehatan bisa bergotong royong melaksanakan vaksinasi”, jelasnya
2. Testing Tracing Treatment (3T).
Sudahkah kepri mencapai standar WHO untuk Testing, yaitu 0.1% jumlah populasi perminggu?.
“Artinya untuk Kepri sekitar 2.030 per minggu atau 290 test per hari. Dengan adanya beberapa lab PCR di Kepri berkapasitas 90 test PCR per lab per hari, target ini tentu tidak sulit untuk di Tracing, target WHO adalah 30 orang ditracing per 1 orang positif”, ujarnya
Menurut data pada 24 juni 2021 lalu, ada 180 orang positif covid 19, berarti yang harus ditracing 180×30= 5400 testing apakah ini sudah tercapai. Imbuh Wirya
Sedangkan yang ke 3 adalah Treatment. Menurut Wirya perawatan orang terkena positif Covid 19 apakah sudah memadai?
Berapa jumlah ventilator dan tabung oksigen yg ada di rumah sakit? Demikian juga jumlah kamar dan tempat tidur untuk covid 19, apa sudah sesuai standar WHO. Apakah jumlah tenaga kesehatan kita sudah memadai?, dan masih banyak lagi yg berhubungan dengan Treatment Covid 19.
“Saya yakin, masih banyak PR Pemerintah Daerah untuk memenuhi standar-standar ini. Itu seharusnya lebih prioritas dilakukan Pemda, sebelum menutup atau membatasi usaha-usaha ekonomi masyarakat. Yang penting diutamakan prokes yang ketat untuk dijalankan.
Wirya mencontohkon, warung makan masih beroperasi sampai malam, dengan Prokes dijalankan namun warungnya sepi dan tak banyak pengunjung yang makan, tiba-tiba petugas datang dan menutup karena sudah melewati batas waktu operasi. Apakah ini solusi?. Jadi alasannya, bukan karena tidak menerapkan 5M, tetapi melewati jam operasional.
“Saya kira ini bukan solusi, fokus pada persoalan utama dalam menekan penyebaran Covid 19, dengan menjalankan 5M dan 3T serta Vaksinasi. Itu saja”, terang Wirya
Wirya berharap, kegiatan ekonomi kalau bisa berjalan dengan normal serta menerapkan 5M. Sebab kondisi ekonomi saat ini sudah sangat sulit, masyarakat sudah susah payah berusaha bagaimana bisa bertahan hidup di tengah-tengah pandemi ini. Jadi jangan lagi usaha ekonomi mereka dibredel, bukan karena alasan prokes. Ungkapnya
“Mungkin kalau seremoni, pesta, bisa dibatasi oleh Pemerintah, karena itu tidak terlalu berdampak pada ekonomi rakyat. Tutup Wirya. (Oki)

