KEPRIONLINE.CO.ID,KARIMUN – Sekda Karimun, Muhammad Firmasyah mengatakan,Dalam perayaan Natal 25 Desember 2020 dan Tahun Baru 2021 kita berharap tidak ada muncul kluster baru dari penyebaran covid 19 di karimun nantinya.
Jadi saya minta seluruh masyarakat Karimun yang ingin merayakan Natal dan Tahun Baru tetap mematuhi prokes covid 19 dan melakukan 3 M setiap saat,selain itu operasi lilin dalam rangka pengamanan perayaan natal buka lebih fokuskan kepada penerapan prokes covid 19 dilapangan sehingga tidak muncul kluster baru tadi,kata Sekda Karimun M.Firmasyah saat upacara operasi lilin yang dilakukan Mapolres Karimun,Selasa ( 22/12/2020) .
Sementara dalam pelaksanaan pengamanan Natal dan Tahun Baru, Polri telah mempersiapkan 83.917 personel Polri, 15.842 personel TNI, serta 55.086 personel instansi terkait lainnya.
Personel tersebut akan ditempatkan pada 1.607 pos pengamanan untuk melaksanakan pengamanan terkait ganggaun kamtibmas dan kamseltibcar lantas, dan 675 pos pelayanan untuk melaksanakan pengamanan di pusat keramaian, pusat belanja, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan,dan beberapa titik lainya.
Polri menyelenggarakan Operasi Lilin – 2020 yang akan dilaksanakan selama 15 hari, mulai dari tanggal 21 Desember 2020 sampai dengan tanggal 04 Januari 2021 , dengan mengedepankan kegiatan preemitif dan pereventif secara humanis, serta penegakan hukum secara tegas dan profesional.
Pengamanan ini tidak boleh dianggap sebagai agenda rutin tahunan biasa, sehingga menjadikan kita cenderung under estimate dan kurang waspada terhadap setiap dinamika perkembangan masyarakat, apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini, kita harus lebih peduli. Jangan sampai kegiatan perayaan Natal dan Tahun Baru menimbulkan klaster-klaster baru penyebaran Covid-19.
Berdasarkan mapping kerawanan yang telah dilakukan, ada beberapa prediksi gangguan kamtibmas yang harus kita antisipasi, antara lain ancaman terorisme dan radikalisme, ancaman sabotase, penyalahgunaan narkoba,pesta miras, aksi perusakan fasilitas umum, aksi kriminalitas seperti curat, curas, curanmor, tawuran antar kelompok pemuda atau antar kampung, balap liar, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, maupun ancaman bencana alam seperti banjir dan tanah longsor sebagai dampak dari musim penghujan.
Untuk itu , saya harapkan seluruh Kasatwil mampu menentukan langkah antisipasi yang proaktif dan aplikatif serta cara bertindak yang tepat, efektif dan efisien dalam mengatasi berbagai potensi gangguan yang ada, sesuai dengan karakteristik kerawanan pada masing-masing daerah, dengan serta siapkan mental dan fisik ,tingkatkan kepekaan, laksanakan pengamanan secara profesional,mantapkan kerja sama, dan tetaplah teladan bagi keluarga.( KEPRIONLINE CO.ID,KARIMUN / JANTUA DOLOK SARIBU ) .






