Pembangunan Pagar Sekolah Papan Proyek Tanpa Volume dan Dugaan Gunakan Material Bekas

KEPRIONLINE.COM,LINGGA – Papan Pembangunan proyek pagar sekolah SD 02 Kuala Raya itu ada tidak menyantumkan nilai Volumenya dan diduga menggunakan bahan material bekas berupa besi dan ini jelas menyalahi aturan, kata Selamat Riyadi Ketua LSM Resam Kala Kabupaten Lingga.

Terkiat hal ini kami meminta Dinas terkait untuk turun kelapangan untuk segera memperbaikinya dan benar benar mengerjakan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya ( RAB ) dan di awasi secara rutin agar tidak terjadi penyimpangan, jangan karena hanya mengejar target dan meraup untung, proyek yang di kerjakan asal jadi
” Kita meminta Dinas terkait, agar turun dan mengawasi kegiatan tersebut, jangan karena kejar target dan meraup Untung, proyek di kerjakan asal jadi oleh pihak rekanan”, Ujar Selamat.

Sebenanarnya tidak di cantumnya nilai Volume pada nama papan plang proyek tersebut,bukan hanya bertentangan dengan Perpres,tetapi juga tidak sesuai dengan semangat tranparansi yang di tuangkan pemerintah dalam UU nomor 14 tahun 2008.

“Untuk papan plang proyek ini informasi untuk umum, yang juge ade nilai kontrak,nama perusahaan dan lain lain.
Kalau ingin detail bise di lihat di RAB dan Perjanjian kontrak, Disdik dan ULP siap untuk memberikan informasi lengkap tentang kegiatan ini,” kata Junaidi Ajam saat di hubungi via Washapp.Rabu ( 24/6) .

Di tanya lagi tentang tidak di cantumkan nilai Volume pada nama papan plang proyek,dengan singkat di katakannya,” Jawaban saya awak sharing kan aje dengan ULP ,” jawab Junaidi

Dari hasil investigasi Keprionline.co.id di lapangan mendapati pemakaian besi sebagian yang bukan baru, hal ini sangat berdampak dari hasil mutu pekerjaan pagar tersebut.

Di tanya mengenai pemakaian besi yang bukan baru pada pekerjaan pagar SD tersebut, apakah sudah sesuai dengan RAB perjanjian pihak Perusahaan dan Dinas pendidikan juga Unit Layanan Pengadaan ( ULP )

“Saye harus konsultasi dan turun kelapangan lagi bg,same kontraktor,konsultan jawab”, Hadianto selaku PPTK dalam pekerjaan tersebut.

Di singung lagi hasil kesimpulan Dinas Pendidikan turun ke lapangan, Hadianto menjawab via Washapp jum’at 26/06 “, Siap bg, tahan dulu ye bg saye mintak bantu lh same abg, biar saye dudukan dulu same konsultan dan kontraktor. ( KEPRIONLINE.COMN LINGGA / SAPARUDDIN ) .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *