KEPRIONLINE,CO,ID,BATAM – Perjalan politik bagi seorang pemimpin ataupun legislatip hingga mencapai puncak politiknya bukan perjalanan yang gampang.
Begitu juga para pendukungnya atau rakyat. Tahun demi tahun berlalu begitu saja tak terasa akan bertarung lagi lima tahun kedepannya.
Satu priode dua priode bila perlu 100 priode harus di menangkan.
Sementara rakyat silih berganti mendukung atau menghujad para politikus tersebut.
Sekian puluh tahun rakyat dipertontonkan dengan etika politik dan etika para politikus yang telah menjadi sebagai tokoh tokoh bsngsa dan tokoh masyarakat.
Adil makmur adalah jualan yang terus didagangkan walaupun rasanya semakin basi.
Kesetaraan dan kebersamaan tanpa diskriminasi juga semakin basi akibat tidak terawat dengan baik.
Seandainya rakyat mampu menolak jualan basi tersebut atau para tokoh politik mampu membuat kebasian menjadi santapan rohani mungkin kita tidak perlu berdebat untuk memilih mereka sebab esensi poltik adalah mencapai kesepakatan bersama agar satu rasa dan satu pikiran menemukan nikmat dan damainya hidup berbangsa dan bernegara.
Puluhan tahun berlalu begitu saja tanpa ada perubahan yang berarti bagi rakyat.
Apalagi hanya lima tahun yang akan berakhir sekedip mata.
Semua janji janji politik dinikmati rakyat bagai minum anggur merah.
Kita mabuk dengan jualan jualan basi, kita berjoget karena kemenangan mereka yang sedang berkonsfirasi untuk menikmati hamparan emas yang terbentang. Serta menikmati mutiara mutiara hitam yang berserak diatas bumi pertiwi.
Ketika kita berteriak menyatakan kebenaran atas perilaku buruk dari para politikus tersebut.
Teriakan tersebut hanya dianggab seperti suara nyamuk yang sedang menggu tidur mereka.
Dan pada saat kita berteriak ingin menikmati kue kue yang ada diatas meja kekuasaan, Teriakan tersebut dianggap suara lalat yang perlu disingkirkan dengan segudang cara.
Perjalanan politik rakyat yang mengetuk dari pintu kepintu pada titik akhirnya akan berubah menjadi kekyatan people power.
Namun didalam sejarahnya rakyat tetap menjadi kuda lumping atau hanya sebagai kuda tuli yang terus dicecoki keringat keringat basi para pemimpinnya, bersambung… (*/Oki)






