Keprionline.co.id, BATAM – Fenomena menarik terjadi di Kota Batam. Di tengah banyaknya merek rokok yang beredar di pasaran, Manchester mendadak menjadi salah satu produk yang paling banyak dicari masyarakat. Tingginya permintaan membuat stok di berbagai warung kerap habis hanya dalam hitungan jam setelah pasokan datang.
Dalam beberapa pekan terakhir, Manchester menjadi perbincangan di kalangan masyarakat, terutama para pekerja di kawasan industri. Harga yang dinilai terjangkau membuat produk tersebut semakin diminati sehingga permintaannya terus meningkat.
Pantauan di sejumlah kawasan menunjukkan banyak pedagang mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan konsumen. Pasokan yang diterima disebut belum mampu mengimbangi tingginya permintaan, sehingga tidak sedikit pelanggan harus berpindah dari satu warung ke warung lainnya untuk mencari stok yang masih tersedia.
Fenomena tersebut juga ramai diperbincangkan di media sosial dan berbagai media lokal di Batam. Bahkan, di kalangan pedagang muncul istilah “puncak klasemen liga rokok” untuk menggambarkan tingginya permintaan terhadap Manchester dibandingkan sejumlah merek lainnya.
Lonjakan permintaan terutama datang dari kalangan pekerja galangan kapal (shipyard), buruh proyek, hingga karyawan perusahaan di kawasan industri Batam. Para pedagang menilai tingginya minat masyarakat dipengaruhi oleh faktor harga yang dianggap sesuai dengan daya beli sebagian konsumen.
Salah seorang pekerja shipyard di Batam, Dipat, mengaku kini harus lebih awal membeli Manchester agar tidak kehabisan stok.
“Kalau beli pagi masih ada, tapi sore sudah kosong. Kadang harus mutar ke beberapa warung, belum tentu dapat,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut hampir terjadi setiap hari di sejumlah warung langganannya. Ia berharap distributor dapat menambah pasokan agar kebutuhan konsumen dapat terpenuhi. Harapan serupa juga disampaikan para pedagang. Mereka mengaku sering menerima pertanyaan dari pelanggan yang datang khusus mencari Manchester, namun terpaksa pulang tanpa mendapatkan barang karena stok sudah habis lebih dulu.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana perubahan preferensi konsumen dapat berlangsung dengan cepat. Selama permintaan tetap tinggi, para pedagang berharap distribusi Manchester ke Batam dapat terus ditingkatkan sehingga ketersediaan stok di tingkat pengecer menjadi lebih stabil dan kebutuhan pasar dapat terpenuhi. (Oky)



