Keprionline.co.id, BATAM – Setelah beberapa hari sempat sulit ditemukan akibat tingginya permintaan, rokok Manchester noncukai kini kembali memenuhi rak-rak warung di berbagai wilayah Kota Batam. Kondisi tersebut disambut baik oleh para konsumen, terutama kalangan pekerja, yang sebelumnya harus berkeliling mencari stok karena cepat habis setiap kali barang datang.
Pantauan di sejumlah kawasan pada Rabu (1/7/2026) menunjukkan pasokan Manchester mulai kembali normal. Warung-warung di Kecamatan Sagulung, Batu Aji, Sekupang, Lubuk Baja, Bengkong hingga Batam Centre kembali menyediakan produk tersebut setelah distributor meningkatkan distribusi untuk memenuhi tingginya permintaan pasar.
Sejumlah pedagang mengaku, dalam beberapa hari terakhir stok Manchester memang sempat sulit didapat. Bahkan, setiap kali pasokan tiba, seluruh stok habis terjual hanya dalam hitungan jam karena tingginya minat masyarakat.
Kembalinya pasokan dinilai menjadi angin segar bagi para pemilik warung. Selain mampu memenuhi kebutuhan pelanggan, kondisi tersebut juga kembali menggerakkan aktivitas penjualan di tingkat pengecer yang sebelumnya sempat terkendala keterbatasan stok.
Tingginya permintaan terhadap Manchester disebut dipengaruhi oleh harga yang dinilai terjangkau oleh masyarakat. Produk tersebut menjadi salah satu pilihan kalangan pekerja, mulai dari buruh galangan kapal, pekerja proyek, hingga karyawan perusahaan di kawasan industri Batam.
Dipat, salah seorang pekerja shipyard di Batam, mengaku kini tidak lagi kesulitan memperoleh Manchester seperti beberapa hari sebelumnya.
“Beberapa hari kemarin memang susah dicari karena cepat habis. Sekarang sudah mulai banyak lagi di warung. Mudah-mudahan pasokannya terus ditambah karena peminatnya memang semakin banyak,” katanya.
Meningkatnya kembali distribusi Manchester menunjukkan adanya penyesuaian pasokan oleh pelaku usaha terhadap tingginya permintaan pasar. Dengan ketersediaan stok yang mulai stabil, para pedagang berharap aktivitas penjualan dapat terus meningkat dan kebutuhan konsumen tetap terpenuhi. (Oky)



