KEPRIONLINE.CO.ID, KARIMUN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Karimun dan Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Karimun di Moro Gelar Pemusnahan Barang Bukti Kapal Asing Asal Vietnam dengan cara ditenggelamkan yang bertempat di Pulau Pengalap Kepri Coral Kecamatan Galang, Kota Batam. Kamis, (8/12/2022).
Pemusnahan berdasarkan Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung No. 677 K/Pid.Sus/2019 tanggal 08 Juli 2019 (relaas diterima pada tanggal 26 Oktober 2021) Jo Putusan Pengadilan Tinggi Pekanbaru No. 247/PID.SUS/2018/PT PBR tanggal 27 September 2018 Jo Putusan Pengadilan Perikanan pada Negeri Tanjungpinang No. 11/PID.Sus-PRK/2018/PT Tpg tanggal 05 Juli 2018 yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht) An. DAO MARA Jo Surat Perintah Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Karimun di Moro Nomor : Print- 30/L.10.12.9/Euh.3/10/2021 tanggal 29 Oktober 2021 yang amarnya memutuskan/ memerintahan barang bukti dirampas untuk dimusnahkan sehingga tidak dapat dipergunakan lagi.

Pemusnahan barang bukti dilakukan oleh Tim Jaksa Eksekutor pada Cabang Kejaksaan Negeri Karimun di Moro yang dipimpin oleh Kepala Kejaksaan Negeri Karimun Firdaus, S.H., M.H., M.M., M.Ikom didampingi Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Karimun di Moro Haryo Nugroho, S.H., M.H, Kasi PB3R Kejari Karimun Dhani Ranti, S.H., M.H., Kasi Intel Kejari Karimun Rezi Darmawan, S.H., M.H dan Kasubsi Tindak Pidana Umum & Tindak Pidana Khusus Cabjari Karimun di Moro Rio Simanungkalit.S.H melaksanakan eksekusi Pemusnahan Barang Bukti berupa 1 unit Kapal Ikan Asing yaitu 1 (satu) unit KM. KG 95366 TS beserta perlengkapannya.
Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Karimun Di Moro Haryo Nugroho menjelaskan proses penenggelaman kapal tersebut dilakukan dengan memasukan pasir dan batu menggunakan alat berat ke dalam lambung kapal.
“Kapal diisi air lalu melubangi bagian lambung kapal untuk diketahui kegiatan eksekusi ini adalah bagian dari kewenangan Jaksa dalam melaksanakan putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap sebagaimana diatur dalam pasal 1 butir 1 UU No. 11 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia”, jelasnya. (KEPRIONLINE.CO.ID/JANTUA DOLOK SARIBU).





