KEPRIONLINE,CO,ID,BATAM – Kalau Togel ini tidak melanggar hukum di Kota Batam legalkan saja, kenakan pajaknya, ungkap Ketua Garda Indonesia, Aldi Braga kepada keprionline, Senin (15/03/2021).
Aldi Braga mengungkapkan, maraknya Togel di Kota Batam seakan ada dugaan pembiaran dari aparat hukum, karna sama sekali tidak tersentuh para bandar besarnya.
“Diketahui omset togel ini mencapai miliaran perminggunya, artinya omset yang diraup Bandar besarnya cukup fantastis” ucapnya.
Adanya peran serta masyarakat dalam memberantas penyakit masyarakat sangat menentukan. Tentunya laporan dari warga ini harus direspon aparat hukum. Jelasnya.
Maraknya judi togel dikalangan masyarakat sudah sangat memprihatin, sehingga masyarakat menjadi kecanduan yang menimbulkan permasalahan sosial. Aparat penegak hukum agar proaktif agar tidak dirasakan masyarakat ada dugaan pembiaran, jelas Aldi
Aldi meminta Kapolda Kepri, Irjen Pol Haris Budiman harus bertindak tegas terhadap bandar togel di Kota Batam ini, pasalnya kian hari judi togel seperti siejie, Hongkong sudah terang-terangan. Dan menjadi korban umumnya masyarakat kecil. Ucapnya
“Saya miris melihat di setiap sudut kota Batam, begitu mudah dan terang-terangan masyarakat memasang nomor taruhannya kepada penulis.” Katanya
Sambungnya, aparat sudah saatnya bertindak untuk menghentikan penyakit masyarakat ini, kasihan mayarakat sudah susah makin susah akibat tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya
Dari informasi yang didapati keprionline dari salah satu penulis togel yang tidak mau disebutkan namanya dikawasan Batu Aji dan Batam Centre, mengatakan, setiap selasa dan jumat melakukan penyetoran, hasil dari taruhan nomor yang dipasang sebagian masyarakat Kota Batam seperti togel singapura dan togel Hongkong.
“Kami menyetor uang hasil pasang taruhan kepada kordinator lapangan, yang kemudian kordinator akan menyetor kepada bandar besarnya.
Sambungnya, ada hampir ratusan orang jaringan penulis togel tersebar di seluruh Kecamatan Kota Batam. Ujarnya
Disinggung keprionline terkait omset, dia mengatakan’ bandar bisa meraup keuntungan hingga miliaran rupiah setiap minggunya.
Kalangan ibu-ibu rumah tangga pun berang akibat peredaran Judi Togel tersebut, salah satunya Ida (40) warga Batu Aji ini juga terkena imbasnya, pasalnya, sebelum suami terlibat bermain judi togel uang belanja yang selama ini cukup untuk di belanja kini tidak cukup lagi, akibat uang sudah di pergunakan untuk memasang nomor taruhan togel.
” Saya tidak habis pikir bang, hidup sudah susah, suami main judi togel, hampir mau bercerai kami bang” ujarnya.
Dari pantauan keprionline, penulis nomor togel saat ini banyak tersebar di setiap kedai kopi atau pun di sudut kota Batam, para penulis umumnya menfaatkan aplikasi whatsaap dan sms dari para pemain. (Red)

