Sabtu, 31 Oktober 2026
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Penyebar Informasi Tanpa Batas
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
HOME BATAM KARIMUN KEPRI TANJUNGPINANG BINTAN PASANG IKLAN Pedoman Media Siber
Home SERBA - SERBI

Inilah Sosok Jenderal Batak Paling Nekat, Berani Banting Pintu di Depan Presiden

A Husien Widjaya
8 Juli 2021
di SERBA - SERBI
0
Inilah Sosok Jenderal Batak Paling Nekat, Berani Banting Pintu di Depan Presiden
Bagikan di FacebookBagikan di WhatsappBagikan di Twitter

Baca Juga

Gwin77 Casino: Quick Wins & High‑Intensity Slots Action

4 September 2026
20

Roby Casino: Quick‑Fire Slots and Rapid Wins for the Modern Player

4 September 2026
21

 KEPRIONLINE,CO,ID,NASIONAL – Dalam hirarki militer di Indonesia, Presiden adalah panglima tertinggi militer. Maka, bisa dikatakan Panglima TNI atau orang nomor satu di TNI adalah ‘anak buah’ Presiden.

Karena itu, Panglima TNI selalu bergerak atas perintah Presiden. Namun, ada satu cerita menarik yang terjadi di masa lalu. Cerita ini tentang seorang jenderal berdarah Batak yang berani banting pintu di depan Presiden. Dan, aksi banting pintu itu dilakukan di Istana Negara, ‘rumahnya’ panglima tertinggi TNI.

Mungkin, jika dilihat sekarang ini, aksi banting pintu jenderal TNI di depan panglima tertingginya sungguh aksi nekat. Aksi yang berani. Namun, itu memang terjadi. Seperti apa kisahnya?

Mengutip buku Dalam Ikhtisar Sejarah RI (1945-Sekarang) yang disusun Nugroho Notosutanto, jenderal Batak nekad yang berani banting pintu di depan Presiden RI adalah Letnan Jenderal Tahi Bonar Simatupang atau terkenal dengan sebutan Jenderal TB Simatupang. Adapun Presiden RI yang dimaksud adalah Soekarno, Presiden RI pertama.

Peristiwa banting pintu itu terjadi sekitar pertengahan Juli 1952. Kala itu, Simatupang sedang menjabat Kepala Staf Angkatan Perang (KSAP). Pemicunya adalah polemik yang terjadi di tubuh TNI AD saat itu.

Menurut Nugroho Notosutanto, ketika itu Kolonel Bambang Supeno yang menjabat sebagai Komandan Candradimuka melapor pada Soekarno dan meminta Presiden mencopot Kolonel AH Nasution dari jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Alasan Supeno, banyak perwira yang tak setuju dengan langkah Nasution yang menyertakan militer Belanda dalam meningkatkan mutu tentara di Indonesia.

Rupanya, gayung bersambut. Soekarno merestui langkah Supeno. Ia beri sinyal, akan mengganti Nasution tapi dengan syarat para panglima di daerah juga setuju. Supeno diminta untuk bawa bukti tanda tangan para panglima yang menyetujui pencopotan Nasution.

Setelah itu, Kolonel Supeno langsung bergerilya mengumpulkan tanda tangan para panglima tentara di daerah. Akhirnya, tanda tangan beberapa panglima tentara pun didapatkan. Surat berisi tanda tangan para panglima tentara di daerah pun lantas dibawa Supeno ke Simatupang.

Saat menerima surat itu, Simatupang mencecar Supeno. Namun penjelasan Supeno tak memuaskan. Alih-alih setuju, Simatupang berang dengan langkah Supeno. Sempat terjadi perdebatan sengit antara Supeno dan Simatupang. Tidak lama setelah itu, Supeno dicopot dari jabatannya.

Rupanya, Simatupang masih geram. Ia pun berinisiatif menghadap Presiden Soekarno di Istana Negara. Dengan didampingi Menteri Pertahanan ketika itu, Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Nasution, Simatupang menghadap Sukarno.

Setelah diterima Presiden, soal surat Supeno pun dibahas. Awalnya perbincangan berlangsung biasa saja. Terjadi perdebatan sengit antara Simatupang dan Soekarno. Jenderal Batak itu pun sampai tersulut emosinya. Pun Bung Karno, juga sama emosinya.

Dalam pembicaraan itu, Soekarno berterus terang bahwa dia memang memberi sinyal restu atas langkah Kolonel Supeno. Ini yang membuat Simatupang berang. Dengan lantang jenderal berdarah Batak itu menentang cara Kolonel Supeno.

Bagi Simatupang apa yang dilakukan Kolonel Supeno itu langkah buruk yang akan berdampak pada masa depan tentara di kemudian hari. Kata Simatupang, jika hal seperti itu dibiasakan, para pemimpin militer akan ketakutan.

Sampai kemudian, Simatupang berkata keras kepada Soekarno “Selama saya Kepala Staf Angkatan Perang, saya tidak akan biarkan itu terjadi.”

Rupanya, perkataan Simatupang itu bikin Soekarno tambah emosi. Dengan bahasa Belanda, Presiden RI pertama itu menghardik Simatupang. Soekarno menganggap Simatupang memojokkannya.

Perdebatan pun tak ada kata sepakat. Simatupang tetap bersikeras. Sampai akhirnya pertemuan pun bubar. Simatupang pun keluar dari ruangan tanpa menyalami Soekarno. Saking masih emosinya, saat hendak keluar, Simatupang membanting pintu dengan kerasnya. “Braakkk” bunyi pintu yang dibanting pun terdengar begitu keras.

Beberapa tahun kemudian, Menteri Sekretaris Negara, AK Pringgodigdo saat itu memberi kesaksian. Katanya, pascapertemuan itu, Soekarno marah besar dengan sikap Simatupang. “

Dia memberakki saya,” kata Pringgodigdo mengutip kembali pernyataan Soekarno yang tersinggung dengan sikap Simatupang.

Sejak itu hubungan Soekarno dengan Simatupang renggang. Jenderal Simatupang sempat ditawari jadi duta besar. Tapi jenderal Batak itu menolaknya. Bagi Simatupang, jabatan duta besar itu hanya untuk membuang dirinya.

Sumber : Koran Jakarta

Tags: batakjendralNekat 'TB Simatupang
Sebelumnya

Artis Nia Ramadhani yang Tak Bisa Kupas Salak, Dikabarkan Tertangkap Polisi Sedang Pesta Narkoba, Sang Manager Membantah

Berikutnya

Ditangkap Polisi, Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Konsumsi Sabu, Kombes Pol Yusri Yunus Membenarkan Penangkapan

Berita Terkait

SERBA - SERBI

Gwin77 Casino: Quick Wins & High‑Intensity Slots Action

4 September 2026
20
SERBA - SERBI

Roby Casino: Quick‑Fire Slots and Rapid Wins for the Modern Player

4 September 2026
21
SERBA - SERBI

Slottio Online Casino – Fun en Fast-Track pour le Joueur à Pulsation Rapide

4 September 2026
17

TV KEPRIONLINE

https://www.youtube.com/watch?v=RmUtzkMvAog

Berita Populer

  • Tokoh Masyarakat Kundur Rasno Apresiasi Kontribusi  PT Timah ke Negara Mencapai Rp 1 Triliun

    Ketua MPI-KK Rasno Buka Sosialisasi Rencana Eksploitasi Biji Timah

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Karyawan PT Infineon Diduga Jadi Korban Pembunuhan

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Akibat Candu Film Dewasa, Suami Terkejut Saat Nonton Video Syur, Pemeran Wanitanya Tak Asing

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Di Forum Konsultasi Publik Sijabat Akui Pemerintah Minim Libatkan Media

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • MPI Salurkan Paket Sembako di Sawang Laut

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • 15 Game Membangun Kota Terbaik di Hp Android

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kejari Batam Siap Dukung Deklarasi PWI-SMSI: Tolak Intimidasi, Dorong Pemberitaan Berkualitas

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Dua Orang Diduga Pengguna Narkoba Terjaring Raziah

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Simak Perbedaan Birkenstock Asli dan Palsu, Baca Sebelum Beli

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Polisi Musnahkan Sabu Seberat 1.3 Kg

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Penyebar Informasi Tanpa Batas

Alamat Redaksi :

Jln. Raja Oesman Kel Harjosari
Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun
Provinsi Kepulauan Riau
Telepon : 0777 7363866

Hubungi Kami :

PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA
info@keprionline.co.id

  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.