Keprionline.co.id,Kepri – Gubernur Ansar mengatakan, Pemprov Kepri akan memberikan pendampingan dan memberikan dukungan penuh, mulai dari asistensi perizinan, pemilihan lokasi, hingga percepatan implementasi proyek kepada investor yang mau masuk ke Provinsi Kepri.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap investor yang masuk ke Kepri merasakan kepastian usaha, efisiensi proses, dan dukungan penuh dari pemerintah. Kami siap mendampingi dari awal hingga proyek berjalan,” kata Ansar.
Pemrov Kepri juga mengundang para pelaku usaha Singapura untuk memperluas investasinya ke sektor-sektor prioritas yang tengah berkembang pesat, seperti manufaktur hijau, energi terbarukan, pusat data dan ekonomi digital, layanan kesehatan, serta logistik. Ia menekankan bahwa Kepri telah menjadi gerbang penting perdagangan Indonesia dan memiliki basis industri yang matang untuk masuk ke pasar global.
“Kepri menawarkan peluang investasi yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga berorientasi pada masa depan. Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi investor yang ingin tumbuh bersama kami,” ujar Ansar kepada media, Rabu ( 19/11/2025).
Kerangka regulasi yang telah disederhanakan pemerintah melalui PP Nomor 28 Tahun 2025, PP Nomor 25 Tahun 2025, serta Perpres Nomor 1 Tahun 2024 dan Perpres Nomor 21 Tahun 2025. Regulasi tersebut memberikan percepatan perizinan berbasis risiko, penyediaan lahan yang lebih terarah, serta mekanisme Service Level Agreement (SLA) untuk mendorong kecepatan dan transparansi layanan.
Rangkaian kebijakan tersebut telah menunjukkan dampak signifikan. Realisasi investasi di kawasan BBK meningkat dari USD 1,74 miliar pada 2023 menjadi USD 3,26 miliar pada 2024. Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepulauan Riau mencapai 1,67 juta orang pada 2024.
Dengan semakin kuatnya kerja sama Indonesia–Singapura dan kesiapan kawasan BBK sebagai pusat pertumbuhan baru, Pemprov Kepri yakin arus investasi berkualitas akan semakin meningkat dan memberikan dampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah, pembukaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing. ( Popy ).






