KEPRIONLINE.CO.ID, SERBA-SERBI – Penuaan mengubah berbagai fungsi tubuh seseorang dan sering kali memunculkan keluhan. Salah satu keluhan yang sering dilaporkan adalah turunnya stamina, yang mana ini memengaruhi aktivitas sehari-hari karena kondisi fisik yang mudah lelah.
Sebetulnya ini adalah hal wajar yang terjadi pada lansia karena suatu kondisi yang disebut sarkopenia atau sarcopenia. Apa itu sarkopenia? Apa saja penyebabnya dan bagaimana cara mencegahnya? Yuk, simak ulasannya berikut ini!
1. Sarkopenia adalah kondisi penurunan massa otot akibat proses penuaan

Dilansir Healthline, sarkopenia atau yang disebut sebagai hilangnya massa otot merupakan kondisi yang normal terjadi pada 10 persen populasi dewasa berusia di atas 50 tahun.
Ketika memasuki usia paruh baya, seseorang akan mengalami penurunan massa otot rata-rata sebesar 3 persen tiap tahunnya. Ini menyebabkan penurunan kualitas hidup akibat pengaruhnya pada aktivitas rutin seseorang. Sarkopenia juga menurunkan usia harapan hidup dibandingkan dengan orang yang memiliki massa otot normal.
2. Disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pembentukan dan perombakan sel otot
Sarkopenia disebabkan oleh ketidakseimbangan sinyal untuk membentuk otot dan merombaknya. Proses pembentukan otot disebut dengan anabolisme, sedangkan perombakannya disebut katabolisme.

Di tubuh kita terjadi suatu siklus berulang mulai dari pembentukan sel otot yang diikuti dengan trauma pada otot dan diakhiri dengan proses penyembuhan. Hormon pertumbuhan akan bekerja sama dengan enzim penghancur protein untuk mempertahankan kestabilan siklus tersebut.
Proses penuaan menyebabkan tubuh kurang merespons sinyal pertumbuhan yang normal. Ini menyebabkan ketidakseimbangan yang mengarah pada kondisi perombakan otot berlebihan, yang berujung pada penurunan massa otot.
3. Kondisi ini bisa dipercepat oleh kurangnya aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang, peradangan, dan beberapa penyakit

Terdapat empat faktor yang bisa mempercepat sarkopenia, yakni sebagai berikut:
- Aktivitas fisik minimal. Jarang menggunakan otot adalah pemicu utama terjadinya sarkopenia hingga menyebabkan kelemahan. Sebagai contoh, seseorang yang mengurangi aktivitas rutin seperti jalan kaki, bisa mengalami penurunan massa otot dalam durasi 2-3 minggu. Penurunan aktivitas fisik secara terus-menerus bisa menurunkan kekuatan otot.
- Pola makan tidak seimbang. Pola makan dengan kalori yang kurang dan sedikit protein bisa menyebabkan penurunan massa otot. Sayangnya, pola makan rendah kalori dan rendah protein sering terjadi pada lansia. Ini disebabkan penurunan indra perasa, masalah pada gigi, dan lain-lain. Untuk mencegah sarkopenia, ahli menyarankan asupan protein sebanyak 25-30 protein tiap kali makan.
- Peradangan. Setelah trauma atau penyakit, tubuh akan mengirim sinyal untuk merombak sel rusak dan membangunnya kembali. Penyakit jangka panjang umumnya menyebabkan inflamasi (peradangan) yang mengganggu keseimbangan perombakan dan pembentukan sel, salah satunya sel otot.
- Penyakit tertentu. Sarkopenia umum terjadi pada orang dengan riwayat penyakit yang memberikan stres isik bagi tubuh. Beberapa penyakit tersebut antara lain gagal hati kronis, gagal ginjal kronis, gagal jantung kronis, dan kanker.
4. Gejala sarkopenia ditimbulkan oleh berkurangnya kekuatan otot
Gejala sarkopenia adalah hasil dari berkurangnya kekuatan otot. Tanda awal bisa berupa perasaan semakin lemah, misalnya kesusahan untuk mengangkat benda berat dibandingkan sebelumnya.

Penurunan kekuatan bisa dilihat dari beberapa hal seperti berjalan lebih lambat, mudah lelah, dan tidak ingin beraktivitas. Penurunan berat badan tanpa ada niat diet juga merupakan tanda dari sarkopenia.
Namun, perlu diketahui bahwa kondisi ini bisa terjadi pada penyakit lain. Oleh karena itu, jika kamu mengalami kondisi berikut tanpa sebab yang jelas, konsultasikan dengan dokter.
5. Aktivitas fisik dan pola makan seimbang bisa mencegah dan memperbaiki sarkopenia

Aktivitas fisik dan konsumsi makanan tinggi protein bisa memperlambat penurunan massa otot. Penurunan massa otot akan lebih mudah terjadi jika tubuhmu kekurangan kalori, vitamin, dan mineral. Beberapa nutrisi yang bisa meningkatkan pertumbuhan sel otot antara lain, protein, vitamin D, omega-3, dan kreatin.
Salah satu cara terbaik untuk mempertahankan kekuatan otot adalah dengan olahraga. Olahraga akan membuat otot tetap aktif. Kombinasi antara latihan aerobik, kekuatan, dan keseimbangan bisa mencegah dan memperbaiki sarkopenia. Aktivitas simpel seperti jalan kaki juga cukup efektif dan tentunya bisa dilakukan oleh banyak orang.
Itulah tadi ulasan tentang sarkopenia. Sekarang kamu tentu sudah tahu bahwa proses penuaan bukan hanya soal rambut beruban atau kulit keriput. Penuaan berpengaruh pada berbagai sistem tubuh yang kemudian bisa menurunkan kualitas hidup seseorang.
(Sumber: idntimes.com)

