Selasa, 27 Oktober 2026
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Penyebar Informasi Tanpa Batas
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
HOME BATAM KARIMUN KEPRI TANJUNGPINANG BINTAN PASANG IKLAN Pedoman Media Siber
Home SERBA - SERBI

5 Fakta Sarkopenia, Penyebab Otot Menyusut di Usia Tua

Merupakan kondisi penurunan massa otot akibat penuaan

kepri online
9 Agustus 2021
di SERBA - SERBI
0
5 Fakta Sarkopenia, Penyebab Otot Menyusut di Usia Tua

ilustrasi lansia (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Bagikan di FacebookBagikan di WhatsappBagikan di Twitter

KEPRIONLINE.CO.ID, SERBA-SERBI – Penuaan mengubah berbagai fungsi tubuh seseorang dan sering kali memunculkan keluhan. Salah satu keluhan yang sering dilaporkan adalah turunnya stamina, yang mana ini memengaruhi aktivitas sehari-hari karena kondisi fisik yang mudah lelah.

Sebetulnya ini adalah hal wajar yang terjadi pada lansia karena suatu kondisi yang disebut sarkopenia atau sarcopenia. Apa itu sarkopenia? Apa saja penyebabnya dan bagaimana cara mencegahnya? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

Baca Juga

Gwin77 Casino: Quick Wins & High‑Intensity Slots Action

4 September 2026
19

Roby Casino: Quick‑Fire Slots and Rapid Wins for the Modern Player

4 September 2026
20

1. Sarkopenia adalah kondisi penurunan massa otot akibat proses penuaan

ilustrasi sarkopenia (conameger.org)

Dilansir Healthline, sarkopenia atau yang disebut sebagai hilangnya massa otot merupakan kondisi yang normal terjadi pada 10 persen populasi dewasa berusia di atas 50 tahun.

Ketika memasuki usia paruh baya, seseorang akan mengalami penurunan massa otot rata-rata sebesar 3 persen tiap tahunnya. Ini menyebabkan penurunan kualitas hidup akibat pengaruhnya pada aktivitas rutin seseorang. Sarkopenia juga menurunkan usia harapan hidup dibandingkan dengan orang yang memiliki massa otot normal.

2. Disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pembentukan dan perombakan sel otot

Sarkopenia disebabkan oleh ketidakseimbangan sinyal untuk membentuk otot dan merombaknya. Proses pembentukan otot disebut dengan anabolisme, sedangkan perombakannya disebut katabolisme.

ilustrasi penurunan massa otot (delveinsight.com)

Di tubuh kita terjadi suatu siklus berulang mulai dari pembentukan sel otot yang diikuti dengan trauma pada otot dan diakhiri dengan proses penyembuhan. Hormon pertumbuhan akan bekerja sama dengan enzim penghancur protein untuk mempertahankan kestabilan siklus tersebut.

Proses penuaan menyebabkan tubuh kurang merespons sinyal pertumbuhan yang normal. Ini menyebabkan ketidakseimbangan yang mengarah pada kondisi perombakan otot berlebihan, yang berujung pada penurunan massa otot.

3. Kondisi ini bisa dipercepat oleh kurangnya aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang, peradangan, dan beberapa penyakit

ilustrasi kurangnya aktivitas fisik (dnaindia.com)

Terdapat empat faktor yang bisa mempercepat sarkopenia, yakni sebagai berikut:

  • Aktivitas fisik minimal. Jarang menggunakan otot adalah pemicu utama terjadinya sarkopenia hingga menyebabkan kelemahan. Sebagai contoh, seseorang yang mengurangi aktivitas rutin seperti jalan kaki, bisa mengalami penurunan massa otot dalam durasi 2-3 minggu. Penurunan aktivitas fisik secara terus-menerus bisa menurunkan kekuatan otot.
  • Pola makan tidak seimbang. Pola makan dengan kalori yang kurang dan sedikit protein bisa menyebabkan penurunan massa otot. Sayangnya, pola makan rendah kalori dan rendah protein sering terjadi pada lansia. Ini disebabkan penurunan indra perasa, masalah pada gigi, dan lain-lain. Untuk mencegah sarkopenia, ahli menyarankan asupan protein sebanyak 25-30 protein tiap kali makan.
  • Peradangan. Setelah trauma atau penyakit, tubuh akan mengirim sinyal untuk merombak sel rusak dan membangunnya kembali. Penyakit jangka panjang umumnya menyebabkan inflamasi (peradangan) yang mengganggu keseimbangan perombakan dan pembentukan sel, salah satunya sel otot.
  • Penyakit tertentu. Sarkopenia umum terjadi pada orang dengan riwayat penyakit yang memberikan stres isik bagi tubuh. Beberapa penyakit tersebut antara lain gagal hati kronis, gagal ginjal kronis, gagal jantung kronis, dan kanker.

4. Gejala sarkopenia ditimbulkan oleh berkurangnya kekuatan otot

Gejala sarkopenia adalah hasil dari berkurangnya kekuatan otot. Tanda awal bisa berupa perasaan semakin lemah, misalnya kesusahan untuk mengangkat benda berat dibandingkan sebelumnya.

ilustrasi lansia mengalami kelemahan (griswoldhomecare.com)

Penurunan kekuatan bisa dilihat dari beberapa hal seperti berjalan lebih lambat, mudah lelah, dan tidak ingin beraktivitas. Penurunan berat badan tanpa ada niat diet juga merupakan tanda dari sarkopenia.

Namun, perlu diketahui bahwa kondisi ini bisa terjadi pada penyakit lain. Oleh karena itu, jika kamu mengalami kondisi berikut tanpa sebab yang jelas, konsultasikan dengan dokter.

5. Aktivitas fisik dan pola makan seimbang bisa mencegah dan memperbaiki sarkopenia

ilustrasi lansia olahraga (snugsafe.com)

Aktivitas fisik dan konsumsi makanan tinggi protein bisa memperlambat penurunan massa otot. Penurunan massa otot akan lebih mudah terjadi jika tubuhmu kekurangan kalori, vitamin, dan mineral. Beberapa nutrisi yang bisa meningkatkan pertumbuhan sel otot antara lain, protein, vitamin D, omega-3, dan kreatin.

Salah satu cara terbaik untuk mempertahankan kekuatan otot adalah dengan olahraga. Olahraga akan membuat otot tetap aktif. Kombinasi antara latihan aerobik, kekuatan, dan keseimbangan bisa mencegah dan memperbaiki sarkopenia. Aktivitas simpel seperti jalan kaki juga cukup efektif dan tentunya bisa dilakukan oleh banyak orang.

Itulah tadi ulasan tentang sarkopenia. Sekarang kamu tentu sudah tahu bahwa proses penuaan bukan hanya soal rambut beruban atau kulit keriput. Penuaan berpengaruh pada berbagai sistem tubuh yang kemudian bisa menurunkan kualitas hidup seseorang.

(Sumber: idntimes.com)

Tags: hilangnya massa ototkekuatan ototlanjut usiaLansiamassa ototototPenuaansarcopeniasarkopeniausia paruh baya
Sebelumnya

PPKM Pukul Ekonomi Masyarakat, Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Kepri Minta Pemerintah Sudahi PPKM

Berikutnya

10 Pekerjaan yang Bakal Naik Daun di Indonesia 5 Tahun Mendatang

Berita Terkait

SERBA - SERBI

Gwin77 Casino: Quick Wins & High‑Intensity Slots Action

4 September 2026
19
SERBA - SERBI

Roby Casino: Quick‑Fire Slots and Rapid Wins for the Modern Player

4 September 2026
20
SERBA - SERBI

Slottio Online Casino – Fun en Fast-Track pour le Joueur à Pulsation Rapide

4 September 2026
16

TV KEPRIONLINE

https://www.youtube.com/watch?v=RmUtzkMvAog

Berita Populer

  • Tokoh Masyarakat Kundur Rasno Apresiasi Kontribusi  PT Timah ke Negara Mencapai Rp 1 Triliun

    Ketua MPI-KK Rasno Buka Sosialisasi Rencana Eksploitasi Biji Timah

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Akibat Candu Film Dewasa, Suami Terkejut Saat Nonton Video Syur, Pemeran Wanitanya Tak Asing

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Polisi Musnahkan Sabu Seberat 1.3 Kg

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kejari Batam Siap Dukung Deklarasi PWI-SMSI: Tolak Intimidasi, Dorong Pemberitaan Berkualitas

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • 15 Game Membangun Kota Terbaik di Hp Android

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • MPI Salurkan Paket Sembako di Sawang Laut

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Polsek Kundur Gelar Patroli Pagar, Cegah Kriminalitas Malam Hari

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Hari ini Program Makan Bergizi Gratis Dimulai

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Dua Orang Diduga Pengguna Narkoba Terjaring Raziah

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Viral ! Videon Bidan PNS Mesum di Dalam Mobil 

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Penyebar Informasi Tanpa Batas

Alamat Redaksi :

Jln. Raja Oesman Kel Harjosari
Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun
Provinsi Kepulauan Riau
Telepon : 0777 7363866

Hubungi Kami :

PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA
info@keprionline.co.id

  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.