KEPRIONLINE,CO,ID,BATAM – Masih hangatnya pemberitaan di beberapa media terkait ketidakharmonisan antara Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Wagub Kepri, Marlin Agustina serta isu rotasi jabatan di Pemprov Kepri oleh Gubernur Ansar Ahmad yang terbilang Mansur alias ‘main seurang’ yang memilih Lamidi menjabat Plh Sekda Kepri mendapat tanggapan oleh beberapa pihak termasuk salah tokoh Pemuda Kota Batam Izzy Samsu Marsin, SE.
Ditemui keprionline di kawasan Bengkong, pemuda berwajah ganteng ini mengungkapkan belum ada urgensinya merotasi sejumlah OPD di Pemprov Kepri. Seperti yang terjadi saat ini tak tanggung-tanggung kursi Sekda dan Sekwan Hamidi di gusur dan menempatkan orang-orang kepercayaan Gubernur Kepri Ansar Ahmad.
“Bukannya meredam lajunya penularan Covid 19, eh malah melantik para pejabatnya. Memang itu hak dari Gubernur Kepri untuk merotasi para pejabatnya, tapi lihatlah situasi sekarang, sebab dimasa pandemi ini masyarakat menanti harapan dari Pemprov Kepri antara penanganan Covid 19 dan pemulihan ekonomi di Kepri”. Ucapnya
Menurut Izzy, semakin sulitnya ekonomi dimasa pandemi ini, seharusnya Gubernur Kepri tidak memikirkan politik golongan. Tapi pikirlah masyarakatnya. Covid 19 lagi parah-parahnya, masyarakat lagi susah-susahnya, masak politik golongan yang menjadi urgensinya. Sehingga menimbulkan keretakan hubungan degan Wagub kepri. Jelasnya
“Terus terang saya merasa miris melihat pemberitaan terkait ketidakharmonisan antara Gubernur Kepri, Ansar Ahmad dan Wagub Kepri, Marlin Agustina”.
Kalau sudah tidak harmonis seperti ini, bagaimana membangun Kepri seperti yang diobral-obralkan pada penyampaian visi dan misi sewaktu mencalonkan Cagub dan Wagub Kepri. Artinya melihat pemimpinnya sudah tidak sejalan masyarakat merasa pesimis terhadap kepemimpinan Ansar Ahmad untuk membangun Kepri”. Ujar Izzy.
Isu ketidakharmonisan hubungan Gubernur Kepri dan Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina sudah sampai ke telinga sejak sebelum pelantikan Gubernur Kepri pada Februari 2021 lalu.
“Menurut informasi yang saya dapati Ansar Ahmad dikabarkan kecewa dengan Marlin setelah gagal mendulang suara di Kota Batam. Marlin Agustina dianggap gagal menang di Kota Batam yang menjadi basis Marlin”. Apapun isu yang berkembang dan kenyataan, masyarakat Kepri maunya visi dan misi Gubernur dan Wagub Kepri terpilih harus direalisasikan. Buktikan kepada masyarakat seorang Ansar Ahmad dan Marlin Agustina dapat membangun Kepri dan mensejahterakan masyarakatnya. Tegas Izzy.
Sambung pria humble ini, jika menelisik kebelakang teringat sebuah kalimat yang diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kota Batam, Ahmad Surya yang menyebutkan semua Instrumen kehidupan ditentukan oleh keputusan Politik, artinya harga beras, minyak, gula sampai harga kuota internet dan bensin ditentukan oleh keputusan politik. Karena semua kebijakan, termasuk kebijakan ekonomi pemerintah ditentukan melalui keputusan politik.
Oleh karena itu hentikanlah pertikaian mari cari solusi dan jalan terbaik dimasa panceklik saat ini, sebab politik di Kepri tujuannya untuk kepentingan rakyatlah, bukan kepentingan golongan saja”. Cetusnya
“Pak Ansar, sekarang bapak sudah menjadi Gubernur Kepri, tolonglah jangan dipertontonkan kepada kami ketidakharmonisan bapak dan Bu Marlin, sebab dimasa pandemi ini masyarakat menanti harapan dari Pemprov Kepri antara penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi di Kepri”.
Kepemimpinan yang demokratis pada umumnya mengedepankan rakyat, sesuai dengan slogan “Dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”, di mana setiap tujuan dan keputusan yang diambil adalah untuk kepentingan rakyat. Dan dapat mengimplementasikan dengan bertindak secara adil dan benar saat mengambil keputusan bersama, tidak mengambil keputusan sendiri. Tutup Izzy. (Oki)






