KEPRIONLINE.CO.ID, INTERNASIONAL – Invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari menuai kecaman dari dunia internasional dan warga di seluruh dunia.
Kali ini kecaman itu datang dari sekelompok wanita muda yang bertelanjang dada dan tertulis pesan damai di dadanya.
Dilansir dari Daily Star, para wanita itu juga mengangkat spanduk dengan pesan dukungan untuk Ukraina.
Kelompok wanita itu menjadi terkenal karena kerap melakukan orasi dengan telanjang dada. Kelompok aktivis yang berbasis di Prancis ini didirikan di Ukraina pada 2008, dan mereka sering memprotes Presiden Rusia Vladimir Putin yang selalu menekan Ukraina.
Kelompok itu mengatakan tujuan mereka adalah untuk mengembangkan kepemimpinan, kualitas intelektual dan moral wanita muda di Ukraina.
Protes terhadap Vladimir Putin juga datang dari rakyatnya sendiri. Unjuk rasa tersebut terjadi di Saint Petersburg, Rusia.
Demonstrasi itu juga dilakukan oleh kalangan wanita. Dilansir dari The Sun, Yelena Osipova (80) turut yang memegang plakat dan slogan anti perang.
Di luar kedutaan Ukraina di Moskow, seorang pria berpakaian rapi berusia 30-an diseret karena menyerukan agar Vladimir Putin diadili.
Diperkirakan 10.000 orang telah ditangkap dalam seminggu, dengan beberapa pusat penahanan meluap.
Untuk membungkam para protes, Kremlin pun aktif mengunggah propaganda di media sosial. Sementara itu, pasukan Rusia terus menggempur sejumlah objek vital milik Ukraina.
Baru-baru ini pasukan Rusia meledakan pembangkit listrik bertenaga nuklir Zaporizhzhia milik Ukraina. Pembangkit listrik itu adalah pembangkit listrik terbesar di Eropa.
Presiden Ukraina Zelensky mengatakan Rusia sengaja menghancurkan pembangkit listrik tenaga nuklir agar bencana nuklir seperti Chernobyl pada 1986 kembali terulang.
“Jika ada ledakan, itu adalah akhir dari segalanya. Akhir dari Eropa,” katanya.
Kementerian pertahanan Rusia menuding pihak Ukraina senagaja membakar pembangkit listrik untuk kepentingan propaganda dan provokasi dunia. (SUMBER: TRIBUNPEKANBARU.COM).






