Surga Bauksit,UM dan SM di Duga Mafia Tambang Akan Kuasai Karimun

KEPRIONLINE.CO.ID,KARIMUN OPINI – Karimun salah satu Kabupaten yang ada di Provinsi Kepuluaan Riau yang memiliki sumber kekayaan alam bernilai miliaran rupiah,Potensi kekayaan alam jenis bauksit yang tertanam di perut Bumi karimun menjadi lirikan cantik bagi pengusaha pertambangan tanpa memikirkan kerusakan lingkungan dan dampak pertambangan bagi masyarakat sekitarnya.

Aktivitas Tambang di Karimun

Mungkin kita tidak percaya disaat PT. Tanjung Air Berani ( TAB ) berhasil mengobrak abrik perut bumi Karimun dan berhasil mengeksport hasil tambang bauksit sekitar 109,990 Metrik Ton ( TON ) dengan nilai miliar rupiah. Jumlah hasil tambang bauksit ini sangat fantastik melihat daratan Karimun yang begitu kecil dibangdingkan dengan wilayah daratan di wilayah indonesia lainya.

Keberhasilan PT.TAB mengeksport bauksit ke negara tetangga membuat pertanyaan di mata publik,apakah prsosedur eksport hasil tambang sudah dilalui oleh PT.TAB ?, Apa ada permainan dokumen dibalik eksport ini ?.Masyarakat berharap,pengiriman eskport hasil tambang ini sudah sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang diaturkan dalam undang – udang sehingga negara mendapatkan kontribusi sesuai dengan aturannya.

Anggota DPRD Karimun saat melakukan Sidak ke lokasi tambang di Desa Lebuh ,Kecamatan Belat beberapa waktu yang lalu .

Tetapi bagimana jika sebaliknya,ada permainan dibalik aktivitas tambang dan eksport tambang ini,Apakah pemerintah punya nyali untuk membongkar benang kusut ini atau membiarkan begitu sampai masyarakat lupa seiring dengan perjalannya waktu.

Penolakan masyarakat atas aktivitas tambang PT.Tasik Berlian di wilayah Kecamatan Belat RT / RW 02 / 03 Desa Lebuh jalan pancur beberapa waktu lalu menjadi gambaran atas tulisan diatas, Bahwa kehadiran perusahaan tambang tidak memiliki dampak positif kemasyarakat sekitarnya tetapi justru mendapat perlawanan dari masyarakat.

Kerusakan Lingkungan Akibat Aktivitas Pertambangan

Penolakan ini bukan persoalan biasa tetapi persoalan serius yang harus dicari solusinya demi menjaga kelestarian lingkungan karimun,karena pada dasarnya penolakan ini salah satu fakta bahwa mafia tambang sudah masuk ke Karimun yang diduga berinisial UM dan SM yang bukan warga Karimun.

Kita berharap,Pemerintah pusat,Provinsi Kepri dan Kabupaten diharapkan menjadi satu rantai yang kuat untuk menutup lubang masuknya oknum mafia tambang demi menjaga tanah Karimun dari kekuasaan oknum mafia tambang yang akan menguras hasil kekayaan alam karimun dan meninggalkan begitu saja tanpa ada reboisasi. ( KEPRIONLINE KARIMUN / JANTUA ) .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *