Kamis, 9 Juli 2026
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Penyebar Informasi Tanpa Batas
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
HOME BATAM KARIMUN KEPRI TANJUNGPINANG BINTAN PASANG IKLAN Pedoman Media Siber
Home OPINI

Strategi Interprofessional Education Untuk Mengurangi Stereotip Antar Profesi Dalam Bidang Medis

Redaksi
12 Mei 2023
di OPINI
0
Strategi Interprofessional Education Untuk Mengurangi Stereotip Antar Profesi Dalam Bidang Medis

Mahasiswa Program Studi Magister Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh

Bagikan di FacebookBagikan di WhatsappBagikan di Twitter

Pernahkah Anda mendengar istilah Interprofessional Education? Mungkin bagi sebagian orang hal ini sungguh terlihat asing di telinga ataupun jarang mendengar istilah ini. Hal ini wajar saja mengingat saat ini kegiatan tersebut sudah mulai gencar dicanangkan oleh setiap instansi kesehatan terutama sekali dalam bidang pendidikan.

Dengan adanya program tersebut maka diharapkan bisa meningkatkan kemampuan setiap tenaga kesehatan walaupun profesi mereka berbeda-beda. Apakah Anda memahami apa yang dimaksud mengenai Interprofessional Education?

Baca Juga

Ini Isi Pernyataan Sikap Organisasi Pemuda Lintas Iman 

Ini Isi Pernyataan Sikap Organisasi Pemuda Lintas Iman 

1 September 2025
33
Prof Harris Arthur : Progam Sekolah Rakyat Solusi Atasi Kemiskinan dan Putus Sekolah

Prof Harris Arthur : Progam Sekolah Rakyat Solusi Atasi Kemiskinan dan Putus Sekolah

27 Agustus 2025
21

Secara umum, interprofesi adalah dua profesi atau lebih yang terkait dengan belajar dan mempraktekkan kompetensi interprofessional yaitu kerja sama, komunikasi, etika atau peran professional termasuk usaha penyatuan aktivitas interprofesi. Interprofesi ini berbeda dengan multi profesi dimana multi profesi adalah dua profesi atau lebih yang bekerja secara berdampingan sesuai dengan area kerja masing-masing untuk suatu tujuan.

Interprofessional Education atau yang biasa disingkat dengan IPE yaitu suatu pembelajaran dalam bidang kesehatan mengenai model pendidikan, pelatihan, pengajaran dan pembelajaran dimana terdapat dua atau lebih mahasiswa profesi kesehatan yang berbeda melaksanakan pembelajaran interaktif bersama dengan saling belajar mengajar dan bekerja sama secara efektif dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan kolaborasi interprofessional dan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan pasien.

Tujuan utama dalam Interprofessional Education bertujuan untuk mendorong mahasiswa profesi kesehatan bertemu dan mengenal peran serta berinteraksi dengan profesi kesehatan yang lain, sehingga diharapkan nantinya mahasiswa yang mempelajari hal ini mampu berkolaborasi dengan baik bersama profesi yang berbeda-beda saat proses perawatan pasien dalam dunia profesi sesungguhnya.

Pembelajaran IPE ini juga bertujuan menyiapkan seluruh mahasiswa tenaga kesehatan bekerja sama demi tujuan umum pembangunan sistem pelayanan kesehatan pasien yang lebih baik, lebih aman dan berorientasi pada populasi ataupun komunitas.

Menurut Sullivan (2015) maksud dari pelaksanaan IPE adalah bahwa para mahasiswa dengan latar belakang profesi yang berbeda berlatih sampai tingkat penuh dalam pendidikan dan pelatihan mereka, serta dalam prosesnya mengeksplorasi batasan dari praktik yang mereka lakukan.

Pada saat yang sama, mereka nantinya juga akan mempelajari bagaimana memiliki hubungan interprofessional yang efektif melalui berbagi keterampilan dan pengetahuan kolaboratif. Unsur pengetahuan kolaboratif ini meliputi tanggung jawab, akuntabilitas, koordinasi, komunikasi, kerjasama, ketegasan, otonomi, saling percaya dan rasa hormat.

Bila diperhatikan secara seksama, IPE ini memberikan keuntungan antar profesi dalam melakukan pelayanan kesehatan dengan hasil akhir yang baik pula, dalam hal ini mampu mengurangi lama rawatan ataupun rawat jalan pada pasien. Namun, untuk melaksanakan hal ini tidak semua tenaga kesehatan memiliki pengetahuan yang sama serta masih adanya sifat superioritas maupun inferioritas dan tingginya sifat ego antar profesi kesehatan yang berbeda sehingga IPE ini sulit untuk dilakukan dengan maksimal.

Agar kegiatan pelaksanaan IPE ini bisa berjalan dengan maksimal, butuh adanya kerja sama yang baik antara instansi pendidikan dengan mahasiswa yang saat ini masih menempuh pendidikan sehingga nantinya kegiatan ini bisa diterapkan ketika mereka menghadapi pasien bersama dengan para tenaga kesehatan dengan profesi yang berbeda-beda.

Kunci utama dalam keberhasilan IPE selain skill maupun pengetahuan yang baik, para profesi yang berbeda harus dapat meredam egonya masing-masing sehingga pelaksanaan IPE bisa berjalan dengan baik dan terarah.

Mahasiswa Program Studi Magister Keperawatan
Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh , Ns. Monaris Daralina, S. Kep.

 

Sebelumnya

Wakapolres Bintan Belanja Masalah di Bintan Timur

Berikutnya

Penataan Gurindam 12 Terus Digesa Gubernur Ansar

Berita Terkait

Ini Isi Pernyataan Sikap Organisasi Pemuda Lintas Iman 
OPINI

Ini Isi Pernyataan Sikap Organisasi Pemuda Lintas Iman 

1 September 2025
33
Prof Harris Arthur : Progam Sekolah Rakyat Solusi Atasi Kemiskinan dan Putus Sekolah
KEPRI TANJUNGPINANG

Prof Harris Arthur : Progam Sekolah Rakyat Solusi Atasi Kemiskinan dan Putus Sekolah

27 Agustus 2025
21
OPINI

Implikasi dan Dinamika Tiga Calon Capres Cawapres Dalam Pesta Demokrasi di Indonesia

21 Desember 2023
74

TV KEPRIONLINE

https://www.youtube.com/watch?v=RmUtzkMvAog

Berita Populer

  • Dua Oknum Diduga PNS Bintan Mesum di Pantai Trikora Dipanggil Hari Ini, Ternyata Pegawai Honorer

    Viral ! Videon Bidan PNS Mesum di Dalam Mobil 

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tokoh Masyarakat Desak Panitia Bertanggung Jawab atas Gagalnya Kontingen Pesparawi Kepri ke Manokwari

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Jaksa Agung Instruksikan Seluruh Kejati dan Kejari Bersinergi dengan SMSI Dukung Program Jaga Desa

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Ketua GAMKI Batam Sambut Kehadiran POLTEVARA, Dorong Kolaborasi Pendidikan dan Industri

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Sengketa Lahan di Karimun, Iskandar Tio: “Saya Difitnah”, Nama Baik Saya Dicemarkan Oleh Nia Wulandari Bagus Selaku Direktur Utama

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Aset Yayasan Isenabasa Barelang Diduga Beralih, Tim Peduli Isenabasa Dibentuk untuk Mengusut Dugaan Pengalihan Lahan

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Pemprov Kepri Kucurkan Rp2,9 Miliar untuk Rehabilitasi RSUD Tanjung Batu Kundur

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Polemik Kualitas Udara Debu Blasting PT Saipem, Warga Kampung Ambat Jaya Desa Pangke : Pertanyakan Acuan PT SI

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kapolres Karimun Pimpin Sertijab Enam Jabatan Strategis

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Ansar Ahmad Resmi Buka POPDA X Kepri 2026 di Karimun, Diikuti Ribuan Atlet dan Ofisial

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Penyebar Informasi Tanpa Batas

Alamat Redaksi :

Jln. Raja Oesman Kel Harjosari
Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun
Provinsi Kepulauan Riau
Telepon : 0777 7363866

Hubungi Kami :

PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA
info@keprionline.co.id

  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.