Hakim Harus Jeli,MS Terdakwa Narkoba 26 Kg,Benarkah Vonis Hukuman Ringan Atau Bebas ?

KEPRIONLINE.CO.ID,KARIMUNĀ  – Setelah menjalani sidang di Pengadilan Negeri Karimun kasus terdakwa MS anak di bawah umur yang terseret kasus narkoba 26 Kilogram mengundang perhatian masyarakat Kepri khususnya masyarakat Karimun.

MS salah satu dari 8 tersangka kasus penyeludupan narkotika seberat 26 Kg yang berhasil diamanakan oleh Badan Narkotika Nasional ( BNN ) Provinsi Kepulauan Riau saat beroperasi di wilayah perairan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, itu ditangkap di Pulau Judah, Desa Keban, Kecamatan Moro, pada 25 Mei 2019 yang lalu.

Sidang terdakwa MS saat ini sudah berjalan dan didahulukan dari 7 tersangka lainnya karena masih berumur 17 tahun atau masih dibawah umur dan besok atau rabu akan menjalani masa putusan,Sebelum masa putusan terdakwa MS diputuskan oleh Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun sudah beredar isu bahwa terdakwa MS akan di vonis hakim menjalani hukuman 2 Tahun atau kemungkinan vonis bebas dan vonis ini jauh lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa 10 tahun hukuman penjara dan enam bulan pelatihan kerja.

Isu vonis hukuman ringan bagi terdakwa MS tentu menjadi perhatian publik, dan publik meminta supaya Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun jeli dalam mempelajari kasus seperti ini sebelum melakukan membacakan putusan,apakah keterlibatan MS dalam pengiriman narkoba 26 Kg benar-benar tidak tahu atau hanya dalih atau alasan saja untuk membebaskan dia dari jeratan hukum.

Dalih MS ini tentu menjadi pertimbangan bagi hakim dalam melakukan putusan tetapi perlu di ingatkan supaya hakim jangan terbuai atau terkelabui dengan dalih tersangka MS karena secara notabenenya hakim dimata masyarakat atau publik sebagai Wakil Tuhan di dunia yang kedudukan dan martabatnya dianggap yang paling mulia dan Hakim menjadi aktor utama dalam menentukan benar atau salahnya seseorang, maupun menetukan terbukti atau tidaknya perbuatan pidana yang didakwakan kepada terdakwa.

Jika Vonis hukuman ringan atau bebas selalu dijatuhkan kepada terdakwa narkoba yang melibatkan anak – anak maka para bandar narkotika akan selalu memamfaatkan anak – anak untuk pengiriman narkoba karena bisa lepas dari jerat hukum karena dalih bawah umur, MOdus ini salah satu perubahan pola pengiriman oleh bandar narkoba sebagai celah untuk lolos dari jerat hukum . ( KEPRIONLINE OPINI / JANTUA ) .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *