Bareskrim Bongkar Penyimpanan 54 Kg Sabu di Kepri,Ini Nama Pulaunya

 

KEPRIONLINE.CO.ID,NASIONAL – Sebuah pulau kecil di Kepulauan Riau bernama Alang Bakau menjadi tempat penyimpanan puluhan kilogram narkoba jenis sabu. Praktik penyimpanan sabu dengan modus pulau tak berpenghuni tersebut akhirnya dibongkar pihak kepolisian.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Eko Daniyanto mengungkapkan,  Sabtu, 1 Juni 2019, sekira pukul 05.00 WIB, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim mendapat informasi di Pulau Alang Bakau, Desa Dendon, Kecamatan Mantang, Kabupaten Bintang, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau ada penyelundupan narkoba. Polisi pun langsung melakukan penindakan.

(Penyelundupan) jenis sabu dari Malaysia,” kata Eko di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 18 Juni 2019.

Mendapat informasi tersebut, anggotanya lalu melakukan penyelidikan dan mendapati adanya seseorang yang dicurigai mengendalikan peredaran narkoba dari Pulau Alang Bakau. Setelah berhasil memprofilkan target operasi, polisi menangkap seseorang berinisial IN.

Dari pemeriksaan, tersangka mengaku mengambil sabu dari seseorang bernama Dullah, yang berada di Malaysia. Saat ini Dullah masih menjadi DPO. Tim lalu pergi bersama tersangka ke Pulau Alang Bakau, tempat disimpannya narkoba ini, dengan speedboat,” kata Eko.

Eko menyampaikan di lokasi tersebut polisi menemukan dua tas hitam besar berisi 54 bungkus kemasan teh. 54 bungkus teh tersebut masing-masing berisi satu kilogram sabu.

“Tasnya dikubur dan diberi tanda seperti ditancapkan kayu. Tersangka diberi upah Rp40 juta sekali jalan dari Johor, Malaysia ke Pulau Alang Bakau. Tim berhasil mengamankan 54 kilogram sabu di Pulau Alang Bakau,” ujar Eko.

Terungkapnya modus ini penyimpanan narkoba di pulau ini berawal dari kegiatan penangkapan yang dilakukan Bareskrim Polri di Jalan Wan Amir, Kotamadya Dumai, Riau pada Jumat, 10 Mei 2019, sekitar pukul 20.20 WIB.

“Saat itu penangkapan dipimpin AKBP Alamsyah Pelupessy. Tersangka yang berhasil diamankan bernama Nasril dengan barang bukti 8 kilogram sabu dan 20 ribu butir ekstasi,” ucap Eko.

Nasril mengaku mendapatkan sabu tersebut dari seseorang, yang disebut polisi, Mr X. Masih pengakuan Nasril, 8 kilogram sabu tersebut digeletakkan Mr X di sebuah pos ronda.

“Kegiatan penangkapan dilanjutkan dengan menggeledah rumah Nasril di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai Pesisir, Riau dan menemukan satu kilogram (sabu) lagi. Jadi total barang bukti yang kita amankan 63 kilogram sabu dan 20 ribu butir pil ekstasi,” kata Eko.

Dalam kasus ini, polisi menjerat dua tersangka dengan Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup dan denda paling banyak Rp8 miliar. ( SUMBER VIVA / RED )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *