Terkait Perkembangan Kasus First Travel, ini penjelasan Menteri Agama RI

KEPRIONLINE.CO.ID, BATAM ~ Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa Pemerintah betul-betul memperhatikan nasib para korban First Travel.

Hal itu dikatakannya menjawab pertanyaan awak media terkait kasus penipuan yang dilakukan oleh Agen Penyedia Jasa Pemberangkatan Umroh “First Travel” sesaat setelah menghadiri Doa Bersama untuk Kerukunan Bangsa di Hotel Radisson-Batam 6/10.2017.

“Saat ini pemerintah sudah membuat Crisis Centre. Jadi sekarang melalui crisis centre itu didata apa-apa saja aset yang dimiliki oleh First Travel. Lalu dihitung jumlah korbannya, siapa-siapa saja korbannya dan berapa nilai kerugian korban. Dan dari situ nanti dilihat apakah aset First Travel itu
mampu mengganti kerugian yang diderita para korban,” tuturnya.

Menag juga mengajak seluruh masyarakat yang ingin beribadah umroh atau haji dengan memakai jasa travel agent agar lebih berhati-hati dalam memilih travel agent yang tepat dan aman.

“Pemerintah menghimbau masyarakat yang ingin beribadah Umroh atau Haji agar berhati-hati dan lebih bijak dalam memilih travel agent yang aman. Ke depan kita juga akan meningkatkan pengawasan terhadap agent-agent travel yang melayani jasa pemberangkatan umroh dan haji yang ada. Kita tidak ingin ada kasus-kasus serupa yang muncul lagi. Kasihan jemaah-jemaah yang dirugikan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa First Travel diduga kuat melakukan penipuan terhadap 35 ribu jemaah umroh yang gagal diberangkatkan. Bos First Travel Anniesa Hasibuan dan suaminya Andika Surachman diduga kuat memperkaya diri sendiri dari uang biaya umrah calon jemaah umroh yang sudah disetor namun gagal berangkat.

Para korban penipuan ini bingung mau refund ke siapa. Total kerugian ditaksir sampai Rp. 500 Milyar.

Anniesa dan suaminya ditangkap pada Rabu 9/8 lalu di kompleks Kementerian Agama. Hingga saat ini keduanya masih mendekam di balik jeruji besi.

(KEPRIONLINE/BATAM/GIBSON MANURUNG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *