TANJUNG PINANG

Petrus Sitohang Angkat Bicara Terkait Peredaran Rokok Non Cukai di Tanjungpinang

KEPRIONLINE.CO.ID, TANJUNGPINANG ~Maraknya peredaran rokok non cukai di luar FTZ (Free Trade Zone) di Tanjungpinang sangat meresahkan masyarakat. Kurangnya ketegasan dan pengawasan dari aparat terkait diduga menjadi penyebab utamanya.

Anggota DPRD Kota Tanjungpinang Fraksi PDIP, Petrus Sitohang pun angkat bicara. Legislator yang ramah dan murah senyum ini meminta agar peredaran rokok non cukai di luar FTZ agar diusut oleh aparat yang berwenang, Jumat (2/02/2018).

“Sebagai anggota dewan kota Tanjungpinang, saya meminta agar aparat dari Kantor Pengawasan, Pelayanan Bea dan Cukai Tanjungpinang bekerjasama dengan aparat kepolisian untuk mengusut peredaran rokok tanpa cukai di Tanjungpinang,” katanya kepada awak media via pesan WA.

Wakil Rakyat yang membidangi Perekonomian, keuangan dan industri ini juga menganggap bahwa rokok non cukai ini tidaklah menguntungkan pemerintah kota.

“Menurut hemat saya, ini menimbulkan kerugian ganda bagi pemerintah kota dan masyarakat karena produksi dan peredarannya menimbulkan ketidakpastian bagi pengusaha rokok yang membayar cukai ke negara. Jadi tidaklah memberikan keuntu gan yang signifikan bagi pemerintah,” tambahnya.

Seperti diketahui, rokok non cukai ini seharusnya hanya boleh beredar di wilayah FTZ, namun kenyataannya banyak beredar luas di luar wilayah tersebut. Rokok non cukai ini banyak ditemukan dijual di kios-kios dan warung-warung kecil dengan harga yang sangat murah.

Ini juga bisa berdampak pada meningkatnya anak-anak yang di bawah umur menjadi perokok karena rokok ini mudah didapat dengan harga murah. Regulasi peredaran rokok non cukai ini harus dipertegas kembali. Wilayah FTZ kota Tanjungpinang sendiri meliputi Senggarang dan Dompak. Sejatinya rokok jenis tersebut hanya boleh beredar di dua wilayah tersebut. (KEPRIONLINE/TANJUNGPINANG/MANURUNG)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close