TANJUNG PINANG

LSM ALIM Kepri Dan Anggota DPRD Apresiasi Keberanian Lis Darmansyah Kelola SWRO Batu Hitam

KEPRIONLINE.CO.ID, TANJUNGPINANG – Ketua LSM ALIM (Air, Lingkungan dan Manusia) Kepri, Kherjuli mengungkapkan apresiasi yang tinggi terhadap keberanian Lis Darmansyah mengelola SWRO (Sea Water Reverse Osmosis) Batu Hitam, Tanjungpinang.

Seperti yang diketahui, pengolahan air laut menjadi air tawar yang bersih dan layak konsumsi menjadi satu pilihan yang bijak mengingat Kota Tanjungpinang masih minim dengan sumber-sumber air.

“Kita sebagai masyarakat sangat mengapresiasi keputusan Bang Lis Darmansyah mengelola SWRO Batu hitam ini. Kita mengetahui bahwa proyek ini adalah proyek dari Satker Pusat Kementerian PU yang sejatinya akan dikelola oleh Pemprov. Namun entah mengapa, Pemprov sepertinya enggan mengelolanya.

Karena ingin menjamin ketersediaan air bersih yang layak konsumsi bagi warga Tanjungpinang, pada pertengahan tahun lalu Lis Darmansyah memutuskan mengelola SWRO tersebut melalui Dinas PU Kota Tanjungpinang.

Data yang ada, sekarang SWRO Batu hitam ini telah melayani 2.800 pelanggan di Tanjungpinang yang meliputi wilayah Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang Barat dan Bukit Bestari,” katanya saat mengunjungi SWRO Batu Hitam bersama Legislator Kota Tanjungpinang Fraksi PDI Perjuangan, Petrus Sitohang dan juga keprionline.co.id, Selasa, (06/03/2018).

Kherjuli berharap ke depannya agar Pemko Tanjungpinang dapat membentuk satu lembaga khusus yang menangani SWRO ini.

“SWRO ini telah mampu menghasilkan air bersih 90 M3/jam nya. Tentu ini sangat menggembirakan. Sangat membantu PDAM Tanjungpinang yang masih kesulitan menjamin ketersediaan air bersih. Biaya operasional memang masih dari Satker Pusat Kementerian PU karena ini masih masa uji coba.

Tapi untuk mengejar BEP (Break Even Point) haruslah ditangani lebih konfrehensif lagi. Kita butuh perangkat kelembagaan seperti UPTD atau kelembagaan lain. Kemarin penjelasan dengan Walikota dan juga Sekda katanya sedang digodok mengenai hal itu. Dari kelembagaan itu nantinya akan duduk dari kepengurusan dan juga penentuan tarif,” tambahnya.

Diakui bahwa proyek ini memang mengeluarkan cost yang sangat mahal. Tetapi karena proyek sudah berjalan seratus persen, diharapkan proyek ini dapat dikelola dengan serius dan profesional.

“Kita jangan mundur ke belakang. Proyek ini sangat mahal. Butuh pengelolaan yang baik. Yang penting proyek ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah minimnya ketersediaan air kita. Kita dukung upaya pemko dalam hal ini,” tutupnya. ( KEPRIONLINE/TANJUNGPINANG/MANURUNG ).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close