Ketua FKMPK Desak Gubernur Copot Sekda Arif Fadilah, Ini Alasanya

KEPRIONLINE.CO.ID, KEPRI – Ketua Forum Keprihatinan Masyarakat Peduli Kepri (FKMPK), Andi Cori Fatahuddin didampingi oleh Sekretarisnya, Chaidar Rahmat mendesak Gubernur Kepri, Nurdin Basirun untuk mencopot jabatan Sekda Arif Fadilah yang menurutnya terindikasi ikut bermain politik.

Desakan tersebut diutarakannya dalam konferensi pers dengan awak media di Jln. Ir. Djuanda, Tanjungpinang, Rabu sore, (07/03/2018).

“Sekda ini pokok masalahnya. Dia terindikasi bermain politik. Hal itu terlihat dalam pertemuannya dengan tokoh politik yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang birokrat. Gubernur harus mencopot jabatan Arif Fadilah sebagai Sekda.

Inilah salah satu alasan kita untuk mengadakan diskusi publik “Coffee Morning” pada 11 Maret nanti di salah satu hotel di Tanjungpinang. Di samping itu, kita juga ingin membahas dan mengevaluasi kinerja Gubernur selama 2,5 tahun kepemimpinannya,” kata Andi Cori.

Lebih lanjut Andi Cori mengatakan bahwa diskusi publik ini murni gerakan spontanitas masyarakat Kepri yang mengkritisi jalannya pemerintahan yang menurutnya amburadul.

“Dalam diskusi nanti kita juga akan membahas hasil apa yang diberikan oleh Nurdin Basirun untuk Kepri ini. Kami menjawab tantangan Nurdin yang mengatakan kalau mengkritik atau demo harus pakai data.

Untuk itu lah, kami sudah menyiapkan data yang diperlukan. Ada 36 item keprihatinan yang akan kita kupas nanti di 11 Maret dalam diskusi kita. Berbagai contoh keprihatinan itu seperti indeks kebahagiaan kita yang turun dari rangking 1 menjadi rangking 7, pertumbuhan ekonomi yg menurun drastis dari 5,5 % menjadi 2 %, angka kesempatan kerja yang semakin kecil, kemiskinan bertambah, IPM tidak naik, dan kesenjangan sosial semakin lebar. Ini menurut kami menunjukkan bahwa Gubernur yang sekarang gagal membawa Kepri ke arah yang lebih baik,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini Andi Cori juga mengatakan bahwa pihaknya dan elemen masyarakat lainnya akan mendukung langkah-langkah yang akan diambil oleh DPRD Kepri terkait polemik pemilihan Wakil Gubernur.

“Kami semua bersatu mendesak DPRD untuk konsekuen dengan pernyataannya terkait polemik pemilihan Wakil Gubernur. DPRD berencana akan menggunakan hak angket dan interpelasi atau bahkan pemakzulan terhadap Gubernur jika ditemukan ada kesalahan Gubernur di dalamnya. Kita dukung dan akan kita kawal itu terus,” pungkasnya. ( KEPRIONLINE/TANJUNGPINANG/MANURUNG ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *