Dwi Ria Latifa Angkat Bicara , Terkait Polimik Kepemilikan Lahan 150 Hektar di Desa Penarah

 

KEPRIONLINE.CO.ID , KARIMUN – Polimik lahan seluas 150 hektar di Desa Penarah , Kecamatan Kundur , Kabupaten Karimun yang dikuasai oleh salah satu pengusaha Karimun bernama Ayan menjadi perhatian khusus oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR ) RI Dwi Ria Latifa .

Dwi Ria Latifa saat mengunjungi pemilik lahan warisan seluas 150 hektar menjadi salah satu bukti bahwa persoalan tanah di Karimun sangat memprihatinkan dan ini akan menjadi pembahasan khsusus di Pemerintahan Pusat.

Saya heran kenapa bisa pengusaha memiliki lahan seluas 150 hektar disini dan saat saya melihat beberapa copian dokumen ada yang dirubah yaitu nama kepemilikan lahan.

Saya ini pengacara selama 32 tahun artinya saat melihat dokumen tersebut feeling saya langsung jalan bahwa ada kejangkalan dokumen , kata Anggota DPR RI Dwi Ria Latifa .

Masih dengan , Dwi Ria Latifa , saya akui Ayan ini sangat hebat dan harus ditelusuri siapa dibelakang dia karena ada tiga tanah yang saya terima pengaduannya selalu ada nama Ayan.

Salah satunya masalah tanah yang menyangkut nama Ayan yaitu tanah laut yang bersertifikat di kuda laut dan sertifikat sudah dibatalkan oleh BPN setelah saya menemui pihak Kepala BPN . Selain itu , masalah tanah yang berada di Wonosari juga ada menyangkut nama Ayan .

Polimik kepemilikan lahan seluas 150 hektar ini juga ada menyangkut nama Ayan , Jadi sosok Ayan ini bagi saya hebat betul dan sekali lagi saya tegaskan harus ditelusuri siapa dibelakangnya, kata Dwi Ria Latifa saat melakukan mengunjungi pemilik lahan di Desa Penarah , Rabu ( 1 / 7 ).

Camat Belat , Sahrial mengatakan , Persoalan ini akan kami cari solusinya termasuk melihat dokumen – dokumen kepemilikan tanah ini biar bisa terungkap apa benar ada pemalsuan dokumen , Kata Sahrial.

Sementara , Atan pemilik tanah warisan meminta kepada anggota DPR RI untuk membantu menyelesaikan persolan tanah ini dengan cepat , kata Atan . ( KEPRIONLINE KARIMUN / JANTUA DOLOK SARIBU ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *