Belum 3 Bulan Bertugas Kasatreskrim Polresta Tanjung Pinang Berhasil Bongkar Pengoplosan Beras

KEPRIONLINE.CO.ID, TANJUNGPINANG ~ Anggota Reskrim Polresta Tanjungpinang dibawah pimpinan Kasatreskrim Polresta Tanjungpinang AKP Dwihatmoko Wiraseno berhasil mengungkap kasus pengoplosan beras di Tanjungpinang.

Pengrebekan beras ini terjadi disalah satu gudang penyimpanan beras Swalayan Pinang Lestari di Jalan DI Panjaitan Kilometer 9 semalam.

Pantauan keprionline saat penggrebekan Tim Tipiter Satreskrim Polresta Tanjungpinang langsung melakukan pemeriksaan kepada dua karyawan berinisial JM dan S di ruangan Satreskrim dan membawa pemilik swalayan pinang lestari.

Kapolresta Tanjungpinang AKBP Ardianto Tedjo Baskoro saat pres release mengatakan, saat dilakukan penangkapan ditemukan seorang karyawan laki-laki yang sedang mencampur beras beras roda mas (medium) kualitas jelek ukuran 50 kg dengan beras kita ukuran 5 kg dan mengemasnya kembali ke dalam kantong plastik yang sudah dituliskan “Bulog Premium 5 kg”.

Dari hasil pemeriksaan penyidik kepada karyawan bahwa kegiatan pengoplosan beras itu dilakukannya atas suruhan pemilik gudang Swalayan Pinang Lestari.

Dari kasus ini kita amankan pemilik gudang AH, kepala gudang swalayan Pinang Lestari MY dan karyawan gudang JN beserta barang bukti,” tambahnya, kata Kapolresta Tanjungpinang AKBP Ardianto Tedjo saat press release yang dilakukan di Rupatama Polresta Tanjungpinang, Sabtu ( 23 \ 9 ).

Kasatreskrim Polresta Tanjungpinang AKP AKP Dwihatmoko Wiraseno mengatakan, keterangan tersangka, beras oplosan ini akan dijual dan dipasarkan di swalayan dengan keuntungan antara Rp.3000 – Rp.5000/5kg dan harga per kemasan Rp.52.000.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan yaitu, 577 karung berisi beras merk bulog 50 kg, 30 bungkus beras yang bertuliskan “bulog premium” yang kemasannya belum dipress, 873 bungkus beras yg bertuliskan “bulog premium” yg kemasannya sudah dipress, 119 karung berisi beras merk roda mas ukuran 50 kg, 28 lembar plastik biasa yang sudah bertuliskan “bulog premium 5 kg”, sebuah sekop beras, satu gulung kabel listrik, 1 buah troli, 1 buah meja kecil, 1buah kursi kecil, 1 buah timbangan ukuran 100 kilo, dan 1 buah timbangan ukuran 60 kilo.

Tersangka dijerat pasal 139 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan jo pasal 2 dan atau pasal 3 Peraturan Pemerintah Nomor 69 tahun 1999 tentang label dan iklan pangan dengan ancaman hukuman kurungan selama 5 tahun dan denda 10 Milyar Rupiah dan atau pasal 62 ayat 1 jo pasal 8 ayat 1 huruf a dan i Undang-undang RI nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman kurungan selama 5 tahun dan denda 5 Milyar Rupiah. (KEPRIONLINE TANJUNG PINANG/GIBSON MANURUNG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *