Perangi Informasi Hoax Kader Muda NU Buat KLinik Menulis

KEPRIONLINE.CO.ID, BATAM ~ Mampu melihat, mendengar dan merasakan dengan baik, adalah modal utama bagi penulis”

Itulah salah satu poin yang disampaikan Sulton Yohana saat memberikan materi dalam Klinik menulis yang diselenggarakan oleh kader Muda NU Kepulauan Riau.

Menurut penulis dan mantan wartawan yang saat ini bermukim di Singapura tersebut, ilmu baku menulis yang diperoleh di sekolah formal bukan satu-satunya cara dapat menulis dengan baik.

Lebih lanjut penulis kurus ini mengatakan, bahwa penulis-penulis hebat saat ini, banyak mendapatkan ide menulis justru dari banyak jalan-jalan dan nongkrong.

“Saya banyak mendapat ide menulis justru saat saya nongkrong dan jalan-jalan. Saya mengamati, merasakan dan menghayati lingkungan saya, maka tulisan akan jujur dan sama dengan yang dirasakan pembaca” kata Sulton saat menyampaikan materi.

Sesaat setelah memberikan materi, Sulton berpendapat bahwa kader muda NU memang harus menyesuaikan zaman. Saat ini menurutnya, teknologi telah menguasai seluruh sendi kehidupan manusia, sehingga jika tidak meng”upgrade” kemampuan akan tertinggal oleh zaman.

“Kader NU harus mengikuti zaman. Saya lahir dan dibesarkan dalam lingkungan NU di Singosari Malang, tetapi saya agak prihatin karena akhir-akhir ini begitu masifnya serangan-serangan “media” kepada NU secara organisasi, dan Kyai-kyai NU. Tapi tidak banyak yang dapat kita buat, karena kita tidak menguasai dan memanfaatkan teknologi untuk mengcounter itu semua. Maka sangat pas jika ini (pelatihan) dilaksanakan” ujar Sulton.

Pelatihan menulis yang diinisiasi oleh pemuda-pemuda NU non struktural ini, merupakan salah satu upaya agar generasi NU selain dapat mengaji, juga mampu menjadi tameng organisasi dan ulama di era seperti saat ini.

“Dari pelatihan ini kita harapkan dapat tercetak generasi yang tidak mudah termakan berita hoax, generasi yang dapat mengcounter berita miring yang menyerang ulama dan organisasi NU” ujar Nur Fahmi Magid, salah satu inisiator Klinik MeNUlis ini.

Selain itu, dari peserta pelatihan ini nantinya diharapkan dapat memberikan kontribusi terbentuknya NU Online di Kepri.

“Dari pelatihan ini kami sangat berharap agar peserta ikut membidani lahirnya media NU berbasis Online di Kepri. Dengan demikian, warga NU di Kepri memiliki bacaan dan rujukan yang relevan. Tentu saja hal ini harus kita komunikasikan dengan jajaran PW dan PC NU di Kepri” tambah Magid.

Pelatihan Klinik menulis yang dilaksanakan ini nantinya akan dilaksanakan secara berkesinambungan.

“Ini (pelatihan) adalah sesi pertama untuk gelombang satu. Tiap gelombang nanti akan ada 3 sesi dan masing-masing sesi akan di isi oleh mentor berbeda-beda” terang Khoirul Anam, panitia pelaksana pelatihan.

Pada gelombang pertama diikuti oleh 34 peserta dari internal warga NU di Kepri.

“Kedepan, peserta tidak hanya terbatas pada pemuda-pemuda NU saja, tetapi kami mengajak pemuda-pemuda lintas suku dan lintas keyakinan untuk bergabung bersama-sama perang melawan hoax melalui pelatihan seperti ini” pungkas Khoirul Anam. ( KEPRIONLINE BATAM \ RED )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *