Nyimas Novi , Senjata Paling Ampuh Putuskan Matai Rantai Kemiskinan Adalah Pendidikan

Keprionline.co.id , Karimun – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Karimun , Nyimas Novi Ujiani mengatakan , ” Senjata paling ampuh untuk memutus mata rantai kemiskinan yaitu pendidikan jika dilatar belakangi dengan semangat anak – anak kita untuk belajar dan semangat orang tua untuk memberikan motivasi kepada anak – anak mereka untuk belajar dengan baik .

Berbicara kemiskinan memang multikompleks dan multidimensional banyak hal yang menjadi penyebab kemiskinan. Salah satu faktor penyebab kemiskinan faktor sulitnya akses pendidikan, akses kesehatan dan infrastruktur yang terbatas dalam menunjang pergerakan roda perekonomian.

Dalam penanggulangan kemiskinan juga tidak dapat dilakukan secara instans namun memerlukan proses dan yang perlu dilakukan adalah bagaimana memutus mata rantai kemiskinan untuk generasi-generasi berikutnya yaitu dengan memberikan kesempatan pendidikan yang seluas-luasnya bagi masyarakat .

Sebelum saya duduk di kursi DPRD Karimun saya sudah banyak melakukan kegiatan pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat ( PKBM ) Sinar Bangsa yang bergerak di bidang pendidikan non formal, mulai dari Paud, keaksaraan fungsional ( kf/buta huruf ), pendidikan inklusi yang dilakukan diteluk setimbul dan beberapa daerah yang ada di Karimun .

Jadi saya meminta kepada seluruh lapisan masyarakat karimun yang putus sekolah jangan malu untuk menimba ilmu kerena pendidikan tidak mengenal usia , Saya akan berkonsentrasi untuk meningkatkan program pendidikan supaya masyarakat Karimun terbebas dari kebodohan dan mampu bersaing sehingga tidak jadi penonton di kandang sendiri , kata Nyimas Novi Ujiani kepada Keprionline.co.id , Selasa ( 18 / 4 ) .

Kepala Dinas Pendidikan Karimun , Bakri Hasyim mengakui Tingkat kesadaran masyarakat untuk pendidikan sudah mengalami kenaikan dimana pada tahun Angka Partisipasi Sekolah ( APK ) untuk SMA / MA / SMK paket C tahun 2014 mencapai 49,73 persen dan juga mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni 55,68 persen , kata Bakri Hasyim . ( KO / Red / Jhon’s – KRM ) .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *